Jl. Lintas Jambi - Muara Bulian
Muaro Jambi, Jambi, Indonesia
humasfh@unja.ac.id
humas@unja.ac.id
Telp.0812-7490-3114
Faksimil. 0741-583111

CATATAN REDAKSI: DUKA MENDALAM FH UNJA

Mendalo- Segala yang bernyawa pasti akan berpulang kepada pemiliknya, begitu pula tentu halnya menjadi suatu hal yang sama-sama kita yakni bersama. Dalam bulan agustus  ini FH Unja kehilangan 3 (tiga) sosok penting yang menjadi bagian dari urat nadi Fakultas Hukum Universitas Jambi. Minggu (1/8) seantero keluarga besar FH Unja berduka dengan sangat mendalam dengan berpulangnya Ketua Bagian Hukum Administrasi Negara, Nopyandri, S.H., LL.M. sosok yang dikenal humoris dan supel dalam bergaul ini meninggalkan rasa kehilangan yang tidak terhingga mengingat di mata kerabat sosok bang nop (sapaan sehari-hari Nopyandri) merupakan sosok yang senantiasa mampu membuat suasana menjadi ramai dengan celotehan khasnya.

2 hari berselang, belum habis duka kehilangan Bang Nop, FH Unja kembali dirundung duka dengan berpulangnya sosok yang bagi banyak dosen muda dianggap sebagai sosok ayah di FH Unja karena sifat dan pembawaan beliau yang adem dan mengayomi. Ya…. Allah SWT memanggil Kabib Nawawi, S.H., M.H, sosok yang menyayangi dan disayangi banyak orang. Pak Kabib adalah potret dedikasi sepanjang hidup untuk dunia pendidikan. Pak kabib merupakan salah satu dosen yang menghibahkan hidup dan kehidupannya untuk kemajuan pendidikan. Beliau sangat konsen dan fokus dengan urusan-urusan kampus, sederet jabatan penting pernah diembannya baik di Fakultas Hukum maupun di Universitas Jambi secara umumnya. Gaya bersahaja dan dedikasi penuh Pak Kabib agaknya penting untuk diteladani, bahkan kurang 1 tahun lagi memasuki masa Pensiun Pak Kabib selalu menjaga semangat dengan senantiasa hadir dalam segala aktivitas kampus.

Innalillahiwainnailaihirroijun, belum habis Agustus tangis FH Unja kembali pecah dengan wafatnya Prof.Dr. Bahder Johan Nasution, S.H., M.Hum. Bang Bahder (Sapaan Prof Bahder) adalah potret ideal akademisi hukum, matang dalam aspek akademik, berpengalaman di lapangan, singa Panggung, namun supel dan tidak pilih teman. Bang bahder dikenal sebagai seorang Guru Besar yang menanamkan pemahaman filosofis hukum mendalam bagi para muridnya. Bang bahder di mata kerabatpun lebih memposisikan diri sebagai seorang rekan dimana beliau lebih memilih dipanggil dengan sapaan “bang”. Dari situ terlihat bahwa adanya keinginan bang bahder menghapus sekat-sekat dalam kehidupannya. Bang bahder mampu membangun hubungan emosional tak bersekat itu, sehingga nyaris tidak ada pertanyaan termasuk diskusi yang mungkin bagi bagi beliau sangat remeh temeh yang diabaikannya. Semua dijawabnya dengan sangat memuaskan.

Ya…… duka mendalam ini terpatri bagi setiap orang di lingkungan FH Unja. Namun jauh lebih penting dari pada itu, bagaimana kita memetik teladan dari yang telah berpulang. Bak kata pepatah, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, baik bang Nop, Pak Kabib, dan Bang Bahder meninggalkan teladan yang tentu penting untuk kita contoh.

Dony Yusra P

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *